Smanela Hotspot
Pendaftaran Tpa
Test Tpa
Nilai Ulangan Harian Kimia
Sidik Jari
Perolehan Nilai 10
Daftar Kolektif Ujian Nasional
Info Wisuda
Boraks
Deteksi Makanan
Jika Doi Tak Seromantis Dulu
Bahasa Cinta
Pake Jasa Mak Comblang
Bingung? Tips Buat Jomblo Di Malem Minggu
Kok Dia Berubah?


smanela-bali.net > Tips and Trik
BORAKS
Posted by admin on 2006-06-29

Beberapa waktu lalu , masyarakat diramaikan dengan penggunaan formalin sebagai pengawet pada makanan. Pemerintah memang sudah melakukan beberapa tindakan untuk menekan penggunaanbahan yang sejatinya untuk mengawetkan makanan tersebut. Namun bukan berarti saat ini makanan-makanan kita sudah terbebas dari zat berbahaya.
Disebutkan oleh Eddy Setyo Mudjajanto , Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia , Institut Pertanian Bogor , bila kita jeli , akan sangat mudah menemukan makanan yang mengandung tambahan zat berbahaya. “ Bahkan mayoritas dijual di pasar-pasar tradisional dan jajanan untuk konsumsi anak-anak sekolah dasar “, kata Eddy yang menjadi pembicara dalam seminar Wujudkan Gaya Hidup Organik di Hotel Novotel Surabaya beberapa waktu lalu.
Eddy yang berdomisili di Bogor itu mengungkapkan , bukan hanya tambahan formalin saja yang perlu ditakutkan , tetapi juga pemanis buatan , pewarna buatan dan boraks. Boraks memang pernah marak tahun 90 an . Saat itu terbukti beberapa pedagang bakso menggunakan boraks yang digunakan sebagai campuran pembuatan salep penyakit kulit.
Dikatakan Eddy , bebrapa makanan ringan yang dijual bebas , masih ada yang menggunakan boraks meskipun pemerintah sudah jelas-jelas melarangnya. Dari penelitian yang pernah dilakukan Eddy tahun 2005 silam , hasilnya sangat mengejutkan . “ 100 persen sampel pempek yang saya ambil mengandung boraks “ kata Eddy yang mengambil sembilan sampel pedagang pada tiga kecamatan di Depok , yaitu Pancoran Mas , Beji dan Cimanggis.
Memang bukan penambahan formalin saja yang membuat makanan lebih kenyal. Boraks juga menghasilkan efek yang sama. Boraks biasanya digunakan untuk membuat makanan menjadi kenyal seperti cimol , siomay , dan pempek. Makanan ringan lain seperti bakso , mi basah , lontong bahkan kerupuk juga ada yang menggunakan boraks.
Pasalnya selain lebih kenyal boraks juga membuat makanan lebih awet , sehingga tidak mudah busuk . Padahal zat zat yang juga digunakan sebagai campuran pembuatan tekstil dan kosmetik itu dapat menyebabkan matinya sebagian syaraf , pusing yang sering disertai mual-mual. Bahkan boraks termasuk karsinogenik penyebab kanker.
Selain boraks , makanan dengan pewarna buatan juga perlu diwaspadai. “ Jangan mudah tertarik dengan makanan dengan warna cerah yang menarik. Bisa saja mereka menggunakan pewarna buatan yang dilarang “ , tambah Eddy. Beberapa pedagang menggunakan warna tekstil ( rhodamin ) dan cat. Zat warna jenis ini bersifat karsinogenik.

Sumber : Jawa post Rabu, 28 Juni 2005.